Cara Mengajari Anak Bermain Catur dari Nol: Rencana Langkah demi Langkah untuk Orang Tua

Usia berapa mulai, bidak mana dulu, berapa lama berlatih, dan cara menjaga anak tetap tertarik. Rencana dari guru catur yang mengajar anak usia 3–7 tahun.

Daftar isi
  1. Usia berapa bisa mulai?
  2. Yang perlu disiapkan
  3. Langkah 1. Papan catur
  4. Langkah 2. Benteng lebih dulu
  5. Langkah 3. Gajah, menteri, dan raja
  6. Langkah 4. Kuda dan pion — yang paling licik
  7. Langkah 5. Skak, skakmat, dan permainan pertama
  8. Berapa lama berlatih
  9. Kesalahan umum orang tua
  10. Bagaimana game Fenomen membantu
  11. Ringkasnya

Semua orang tua bisa mengajari anak bermain catur, bahkan yang jarang bermain sekalipun. Kuncinya: jangan menjelaskan semuanya sekaligus. Bagi anak prasekolah, catur bukan permainan dengan 32 bidak, melainkan rangkaian permainan kecil yang masing-masing punya satu ide baru.

Berikut urutan yang dipakai para guru sekolah catur Fenomen untuk mengenalkan aturan. Game kami untuk anak usia 3–7 tahun juga mengikuti urutan yang sama.

Usia berapa bisa mulai?

Sebagian besar anak mulai belajar di usia 4–6 tahun, tetapi beberapa bidak sudah bisa dikenalkan sejak usia tiga tahun. Lihat kesiapannya, bukan usianya:

  • anak bisa fokus pada satu kegiatan sekitar 10 menit;
  • mengerti "maju", "mundur", dan "ke samping", atau mau mempelajarinya;
  • suka permainan papan yang punya aturan.

Kalau ada yang belum bisa, tidak perlu menunda — cukup buat sesinya lebih pendek. Selengkapnya di Usia berapa anak belajar catur?

Yang perlu disiapkan

  • Papan catur biasa dengan bidak yang besar. Set catur mini untuk perjalanan menyulitkan tangan kecil.
  • 10–15 menit setiap hari, bukan satu sesi panjang di akhir pekan.
  • "Hadiah" kecil: permen, koin mainan, atau kancing. Ini sudah dipakai sejak pelajaran pertama.

Langkah 1. Papan catur

Mulailah dari papannya. Tunjukkan bahwa petaknya terang dan gelap dan berselang-seling. Ajak bermain: "taruh koin di petak terang", "telusuri garis lurus dengan jari dari tepi ke tepi", "cari petak di pojok".

Huruf dan angka di tepi papan bisa menunggu sampai anak mengenal semua bidak.

Langkah 2. Benteng lebih dulu

Benteng paling mudah untuk memulai. Ia hanya bergerak lurus — maju, mundur, dan ke samping — sejauh apa pun. Gerakan ini mudah ditunjukkan dengan jari dan mudah diperiksa.

Permainan "Kumpulkan permen". Taruh satu benteng dan 3–5 permen di papan. Anak menggerakkan benteng untuk "memakan" permen: awalnya bebas, lalu dengan langkah sesedikit mungkin. Dengan begitu anak menemukan sendiri arti memakan bidak: bidak mendarat di sebuah petak dan mengambil apa pun yang ada di sana.

Langkah 3. Gajah, menteri, dan raja

  • Gajah bergerak diagonal dan sepanjang permainan tetap berada di petak satu warna. Mainkan lagi permainan permen: anak akan cepat sadar bahwa ada permen yang tidak akan pernah terjangkau gajah.
  • Menteri bergerak seperti benteng dan gajah sekaligus. Setelah dua bidak pertama, menteri hampir tidak perlu dijelaskan.
  • Raja bergerak satu petak ke arah mana saja. Sampaikan hal terpenting sejak awal: raja adalah bidak utama dan tidak boleh dibiarkan terancam.

Langkah 4. Kuda dan pion — yang paling licik

Kuda bergerak membentuk huruf L: dua petak lurus dan satu ke samping. Hanya kuda yang bisa melompati bidak lain. Tandai beberapa petak sebagai "genangan" dan taruh hadiah: kuda harus mencapai hadiah tanpa menginjak genangan.

Pion sering diajarkan pertama, padahal pengecualiannya paling banyak. Pion bergerak maju, tetapi memakan secara diagonal. Pada langkah pertamanya pion bisa maju dua petak. Dan saat mencapai sisi seberang papan, pion berubah menjadi bidak lain. Karena itu pion lebih mudah dipelajari setelah bidak lain sudah dikenal.

Permainan "Balapan pion". Di papan hanya ada pion. Yang pertama membawa pion ke tepi seberang menang.

Untuk permainan bagi setiap bidak, baca Cara menjelaskan gerakan bidak catur kepada anak.

Langkah 5. Skak, skakmat, dan permainan pertama

Setelah anak lancar menggerakkan semua bidak, kenalkan tujuan permainan.

  1. Skak — bidak lawan mengancam raja. Susun dua atau tiga bidak dan minta anak mencari langkah yang memberi skak.
  2. Skakmat — skak yang tidak bisa dihindari raja. Mulai dari posisi paling sederhana, misalnya skakmat dengan benteng di tepi papan.
  3. Rokade dan promosi pion — setelah beberapa permainan pertama. Keduanya jarang dipakai tetapi sangat membingungkan.

Jangan mainkan permainan pertama dengan bidak lengkap. Coba hanya pion dan raja, atau pion ditambah satu bidak untuk masing-masing. 32 bidak sekaligus terlalu berat untuk anak kecil.

Berapa lama berlatih

Untuk anak usia 4–6 tahun, 10–15 menit sehari sudah cukup. Sebentar tapi setiap hari lebih baik daripada satu jam di hari Sabtu. Berhentilah selagi anak masih tertarik — besok ia sendiri yang minta lanjut.

Kesalahan umum orang tua

  • Menjelaskan semua bidak dalam satu malam. Anak hanya ingat satu atau dua dan mencampur sisanya.
  • Bermain sekuat tenaga. Kalah terus-menerus tidak menyenangkan. Mengalahlah, bermain tanpa menteri, atau izinkan anak membatalkan langkah.
  • Mengoreksi setiap langkah. Salah langkah adalah bagian dari permainan. Lebih baik bertanya: "Kalau kamu jalan ke situ, apa yang akan dilakukan bentengku?"
  • Langsung berharap permainan sungguhan. Di minggu-minggu awal, permainan permen, balapan pion, dan labirin kuda lebih bermanfaat daripada satu permainan penuh.

Bagaimana game Fenomen membantu

Kami membuat Fenomen dengan metode yang sama. Game dimulai dengan benteng dan gajah, lalu menteri, pion, raja, dan kuda. Di setiap level, bidak mengumpulkan permen, wortel, dan bintang di papan sambil menghindari hewan. Setelah itu anak belajar skak, skakmat, rokade, dan taktik sederhana.

Tugasnya singkat dan ada suaranya, jadi anak yang belum bisa membaca pun bisa bermain. Orang tua bisa melihat kemajuan anak di layar terpisah. Gratis untuk mulai, di browser atau di Android.

Ringkasnya

  1. Papan dulu, lalu satu bidak per kali: benteng, gajah, menteri, raja, kuda, pion.
  2. Perkuat setiap bidak dengan permainan berhadiah, bukan dengan penjelasan.
  3. Skak dan skakmat setelah semua bidak dikenal.
  4. 10–15 menit sehari, dan berhenti selagi masih seru.

Artikel lainnya

Semua artikel →